Aku menonton film itu tanpa minat. Aku hanya gengsi kalau aku tidak tahu film yang sedang diperbincangkan oleh banyak orang di berbagai belahan dunia.

“Tahu Harry Potter?”

“Tahu.”

Hanya kata itu yang bisa kujawab. Aku tahu penyihir laki-laki yang selamat dari kutukan yang dilancarkan oleh Kau-Tahu-Siapa. Tapi aku tak tahu hal apapun tentangnya.

Kukatakan pada teman yang—ternyata—mengerti impianku kalau aku ingin menjadi penulis. Jujue saja, bahkan saat itu aku lebih mendambakan pekerjaan sebagai penulis ketimbang pekerjaan yang aku jalani saat ini.

Entah bagaimana awalnya, ia menyodorkan sebuah buku padaku. Buku biografi dari sang penulis Harry Potter.

Aku butuh waktu lama untuk menyelesaikannya. Aku perlu waktu untuk meyakinkan diriku kalau setiap kata yang tertulis di sana adalah benar.

Read the rest of this entry »

Apakah ciuman pertama
Akan membuatmu bahagia atau sengsara?
Kau tak akan pernah tahu sebelum melakukannya.

 
Dia hanya berdiri di sana, seorang cowok cukup keren yang kelihatannya berumur 20 tahun. Berambut kelam dan bermata coklat gelap. Memandangku lurus-lurus dan berkata, “Angela Saphira, aku datang untuk mengambil nyawamu.”
Read the rest of this entry »

Mereka adalah
Penyaksi tentang cinta
Kesetiaan
Dan pengkhianatan.

Sudah lama Roy tak menapaki jalanan di kota kelahirannya. Kerinduannya akan kotanya dan kenangan di masa lalunya begitu membekas dalam lubuk hatinya.
Burung gereja di Resesa.
Taman dengan pancuran air dan bunga krisan.
Pengamen tua dengan gitar usang.

Read the rest of this entry »

14 Dis-Ass-Ter

Posted: April 6, 2012 in cuap cuap

Jumpa lagi pembacadengan saya Crowdia Kuilsmith akan menemani anda kurang lebih lima belas menit ke depan, untuk menguak kisah dan kasus para selebritis blog (?) Serta mengangkat hal-hal yang dianggap tabu menjadi layak untuk diperbincangkan. Semua akan dikupas secara membabi-buta 14 Dis-Ass-Ter.

Tunggu dulu pembaca! Apa ada hal yang berbedayang anda rasakan? Yap, jika dulu kitabertemu di Jun Notes, kini kita bersua di Coretan Ulfah. Jika ada yang ingin melihat tayangan sebelumnya, silahkan klik link di bawah ini yang muncul di layar kaca anda.

http://junnotes.blogspot.com/2012/03/14-dis-ass-ter.html

 

Oke tak perlu berlama-lama, langsung kita sambut dengan tepuk kaki tangan yang meriah, MARYANAAAAAAAAA!!

Pintu membuka. Maryana masuk dengan kaca mata barunya yang disinyalir hanya kaca mata gaya. Dengan cueknya sang bintang duduk di tanpa dipersilahkan. Menaruh kaki kanan di atas kaki kirinya.

Maryana begitu tak peduli meski duduk di kursi panas untuk ditanyai 14 pertanyaan ‘bencana’. Justru Crowdia yang terlihat cemas. Ia bersiap untuk bertanya. Apa saja 14 pertanyaan itu dan secuek apakah jawaban Maryana.

Read the rest of this entry »

Thank You, Mutiara Hati #1

Posted: March 14, 2012 in cuap cuap

Perjalan seribu mil.

 

Aku naik angkot dengan perasaan sok tahu. Aku mengenal daerah itu. Masih di kota Bandung. Kalaupun nyasar, masih banyak orang yang bisa ditanya.

Setelah sekitar lima belas menit menaiki angkot, aku memasuki daerah yang dituju. Aku tahu di daerah itu banyak apotek karena di sana ada rumah sakit. Namun dari sekian banyak apotek, aku tidak menemukan apotek yang bernama Mutiara Hati. Sampai di penghujung jalan yang dilalui angkot, aku tak juga menemukan. Dan setahuku di sanalah akhir daerah itu.

Malu bertanya sesat di jalan.

Aku bertanya pada seorang ibu-ibu yang juga menjadi penumpang terakhir selain aku. Tapi ia juga tidak tahu Mutiara Hati ada di mana. Aku menyebrang dan menjelajahi daerah yang belum pernah kupijak seumur hidupku.

Ada apotek di sana. Tapi bukan apotek yang kucari. Namanya berbeda. Aku hendak kembali menelfon dan yah, handphoneku mendadak ngadat. Setelah di coba berkali-kali akhirnya aku bisa menelfon juga.

…………….

“Maaf bu, apoteknya gak ketemu?”

“Hah? Gak ketemu?

……………

Read the rest of this entry »

Yang kukenal dari YUI

Posted: March 8, 2012 in cuap cuap

Dia seorang perempuan.

Dia pandai bernyanyi.

Dia bisa memainkan sebuah gitar.

Dia selalu membuatku kagum.

Dia adalah YUI.

Aku tidak ingat kapan persisnya. Sepertinya saat aku SMP. Aku sering mendengarkan sebuah acara di radio yang sering memutar lagu-lagu Asia khususnya Jepang. Tidak ada untungnya aku mendengarkan. Tapi itu dulu sebelum aku kenal dengan yang namanya J-Music.

Read the rest of this entry »

Aku masih kesal dengan orang itu. Orang tak dikenal yang membuatku harus mengganti dua buah handphone dengan gajiku. Dan aku juga harus mengganti handphoneku sendiri yang rusak. Aku tahu aku ceroboh. Tapi tetap saja aku kesal pada orang itu. Aku tidak berharap kalau handphone itu akan kembali. Terkadang jika sifat jelekku sedang keluar, aku berharap orang itu merasakan kehilangan yang aku rasakan.

Aku tidak bicara tentang kejahatan. Tapi kehilangan. Sungguh aku harus menderita selama enam bulan karena aku menyisihkan uang untuk mengganti handphone yang telah kuhilangkan, atau lebih tepatnya dicuri. Selama enam bulan aku bersabar. Rasanya aku terlalu berlebihan mengingat yang kusisihkan saat itu hanya sekitar 5% dari gaji totalku. Tapi namanya juga kehilangan, bagaimana tidak kesal coba.

Setelah enam bulan berlalu, aku harus kembali menabung untuk membeli handphone. Meskipun entah mengapa aku hanya bisa membeli handphone yang harganya hanya sekitar 20% gajiku. Dan selanjutnya 30% gaji, kubuang untuk membeli satu buah handphone lagi.

Sekali kemalingan, dua handphone terlampaui.

Kenapa bukan handphone aku saja yang hilang.

Yang sudah jelas tidak berguna lagi.

Tapi semua ada hikmahnya.

Tentu saja.

Tuhan itu adil.

Jika kita bisa menyadarinya.

Read the rest of this entry »

Aku, Pena dan Buku

Posted: February 17, 2012 in cuap cuap

Kami bertiga terus berlari, hingga menemukan sebuah rumah pohon kecil yang bertengger di sebuah pohon yang cukup besar. Ada seutas tali yang dibuat simpul setiap tiga puluh senti.

“Cepat naik,” pinta perempuan itu.

Aku langsung mengikuti perintahnya. Tapi Zeth terlihat setengah hati ketika melakukannya. Namun aku tidak peduli. Toh Zeth memang seperti itu sejak pertama kali aku mengenalnya.

Tempat itu kecil. Jika ada seseorang yang naik, maka tak ada tempat lagi untuk bergerak ketika duduk. Mataku waspada memandang perempuan yang terbalut kain tebal di sekujur tubuhnya. Perempuan itu terlihat cemas dan Zeth tampak duduk dengan santai. Sepertinya Zeth lupa kalau ada belasan orang yang sedang mengejar kami dengan busur panah mereka.

“Sedang apa kau di sini?” tanya Zeth. “Kenapa tidak pergi bersama yang lain ke tempat persembunyian?”

“Kau kenal dia?” tanyaku.

“Dia Claire. Teman Rosie. Seumuran dengan kita,” jawab Zeth.

“Kini Rosie bukan hanya temanku. Dia hidup dalam diriku,” jawabnya.

“APA?!” pekik Zeth untuk ke dua kalinya dalam sepuluh menit terakhir.

***

Itu adalah sepenggal cerita dari sebuah cerita yang tengah aku tulis. Sebenarnya aku masih sangat jauh dari bagian itu sih :p. Tapi meskipun demikian, hak cipta dilindungi Undang-Undang :) .

Kenapa aku menulis hal ini? Karena aku ingin menjadi seorang penulis. Tidak terlalu muluk kan cita-citaku?

Tapi kuanggap kalau cita-cita itu telah menjebakku.

Karena….

Tidak ada jalan kembali.

Percayalah….

Aku pernah mencoba berhenti dan aku tidak bisa melakukannya.

Read the rest of this entry »

Di balik dinding baja misterius ini,

Mereka harus berlari secepat kilat atau…

Mati.

Thomas berada di dalam sebuah kotak. Di dalam dinding logam yang gelap dan pengap, dia ketakutan. Dia tak mampu mengingat apapun tentang dirinya kecuali namanya. Dia tak tahu kenapa ia ada di sana dan ke mana tempat yang ia tuju. Ia tak mampu menahan emosinya yang tak karuan. Keringat mengucur di dahinya. Ia menunggu cukup lama. Hingga pintu yang ada di atasnya perlahan terbuka.

“Selamat datang di Glade.”

Read the rest of this entry »

Di jaman yang sudah serba canggih ini siapa sih yang tidak tahu Cinderella? Gadis cantik yang menderita dan di tolong oleh seorang peri yang membuatnya bisa bertemu dengan pangerannya adalah cerita yang sudah dikenal sejak lama dan telah mendunia.

Tapi itu adalah cerita umum. Banyak orang yang telah mencoba untuk menceritakan kembali kisah klasik ini dengan versi yang berbeda. Salah satunya adalah FJ Ismarianto dalam bukunya yang berjudul Cinderella’s Fairy.

Dengan cover buku yang berwarna hitam dengan sentuhan mawar merah membuat tampilannya yang sederhana mengundang tanda tanya.

***

Tiga hal yang membuat Saphira merasa bingung

Read the rest of this entry »